Konstruksi Perpipaan wastafel

  • Posted on: 2 April 2018
  • By: reno

Konstruksi Perpipaan wastafel

 

Setelah tahapan perancangan, penentuan jalur, pengevaluasian oleh pemerintah, surveying , selanjutnya dapat dilakukan tahapan konstruksi Konstruksi Perpipaan wastafel. Untuk lahan yang masih bersemak-semak atau masih banyak pohonnya, dapat dilakukan pembersihan lahan. Hal ini juga termasuk bila ada infrastruktur lain di jalur tersebut. Pembongkaran infrastruktur tersebut dan memastikan bahwa lahan telah bersih di atas tanah dan di bawah tanah, misalnya kabel, pipa gas di bawah tanah, atau bangunan di atas tanah.

 

Memasang pipa di lapangan dilakukan dengan berbagai metode yang telah diteliti sebelumnya pada tahapan perancangan. Perlindungan pipa dengan memberikan pasir di sekeliling pipa, atau kayu, beton dsb dilakukan untuk melindungi pipa dari bahaya yang telah dipertimbangkan sebelumnya. Selain bahaya oleh manusia misalnya vandalism, serangan teroris, sabotase dsb, bahaya juga dapat datang dari alam misalnya gempa bumi, kebakaran, banjir, angin beliung, dsb ataupun dari ngengat, serangga, akar pohon, karat, dsb.

 

Pemasangan Konstruksi Perpipaan wastafel meliputi memasang sambungan, katup, instrument dsb. Hal ini dikarenakan sistem perpipaan juga harus bisa dilakukan perawatan atau maintenance ketika saat pengoperasian dan juga supaya sistem berjalan dengan baik ketika digunakan. Terakhir dilakukan penutupan jalur pipa sehingga terlihat seperti dalam keadaan semula. Pengetesan juga perlu dilakukan untuk melihat apakah sistem telah berjalan sesuai dengan rencana.

 

Pada saat pengoperasian, pengumpulan data juga perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan data dapat memperlihatkan keadaan yang sedang terjadi pada sistem. Misalnya data tekanan dalam pipa digunakan untuk melihat kebocoran pada pipa. Semua data dapat dikumpulkan dengan sistem informasi yang terhubung dengan satelit ataupun internet. Instrumen-instrumen pengumpul data diletakkan pada titik-titik penting sistem perpipaan, misalnya pada katup, sambungan dll. Instrumen dapat berupa RTU (Remote Terminal Units). Pengoperasian pipa dilakukan di sebuah ruangan khusus yang biasa disebut main control room. Di sini, operator pipa mengawasi setiap sistem, dan mengoperasikan sistem perpipaan. Bahkan di ruangan ini, operator dapat mengetahui bila terjadi kebocoran, atau kerusakan.

 

Perawatan perpipaan dapat dilakukan dengan banyak metode sesuai dengan masalah yang dihadapi. Misalnya timbulnya korosi pada pipa dapat ditangani dengan galvanisasi, atau cat antikarat dsb. Bila terjadi mampet penyumbatan, pigging pada perpipaan industri perminyakan dapat dilakukan, dan drain cleaner untuk saluran air pada perumahan atau gedung lainnya. Solusi disesuaikan dengan jenis pipa, diameter pipa, panjang pipa dll.